Jumat, 30 November 2012

STRUKTUR DAN PROSES SOSIAL MASYARAKAT KAMPUNG NELAYAN DESA TASIK AGUNG


STRUKTUR DAN PROSES SOSIAL
MASYARAKAT KAMPUNG NELAYAN DESA TASIK AGUNG
REMBANG – JAWA TENGAH
        
        Lokasi penyelidikan
Penyelidikan mengenai struktur dan proses sosial dilakukan di lingkungan masyarakat Kampung Nelayan yang lokasinya berada di Desa Tasik Agung, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.
        Tema penyelidikan
Tema penyelidikan yang kami lakukan mengenai struktur dan proses sosial yang ada dimasyarakat Kampung Nelayan, Desa Tasik Agung, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah.
        Sumber data
Dalam memperoleh data penelitian ini ami menggunakan beberapa sumber data berikut:
        Sumber data primer
Sumber data primer merupakan sumber data yang diperoleh secara langsung, yang terdiri dari warga atau masyarakat desa tasik agung, para nelayan, dan pihak- pihak yang terkait (kepala desa). Sumber primer merupakan sumber yang terpercaya atau relevan, karena disini ada fakta yang dibicarakan oleh warga saat wawancara.
        Sumber data sekunder
Sumber data sekunder adalah sumber data yang diperoleh secara tidak langsung, seperti buku, internet, Koran, dll. Ini merupakan sumber tambahan untuk memperkuat atau mendukung masalah yang kita bahas.

        Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara memperoleh data- data yang diperlukan dalam penelitian. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan antara lain sebagai berikut :
        Observasi
Observasi merupakan aktivitas penelitian dalam rangka mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah penelitian melalui proses pengamatan langsung dilapangan. Peneliti berada ditempat itu, untuk mendapatkan bukti- bukti yang valid dalam laporan yang akan diajukan.
        Wawancara
Wawancara merupakan suatu percakapan yang dilakukan oleh peneliti kepada narasumber. Dalam wawancara ini peneliti berusaha menggali informasi sebanyak- banyaknya dari masyarakat , dan berfikir kreatif atau kritis untuk mendapatkan data tersebut.
        Dokumentasi
Dokumentasi merupakan cara mengumpulkan data dengan menggunakan dokumen sebagai sumber data yang dapat diperoleh dengan melihat, mengabadikan gambar, mencatat, dan apa yang ada dimasyarakat tasik agung rembang.
        Teknik analisis Data
Menurut Patton, analisa data merupakan proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan suatu uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Hal ini dikemukakan oleh Puji Lestari (2006 dalam Widagdo, 2010). Dalam tahap ini, peneliti melakukan analisa data selama proses pengumpulan data masih berlangsung dan setelah selesai mengumpulkan data.
Data yang telah diperoleh di lapangan kemudian diproses dan diolah sehingga didapat kesimpulan dari hasil penelitian. Proses analisa data menurut Miles dan Huberman (dalam Widagdo, 2010) dilakukan melalui empat tahap, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
        Pengumpulan data
Hal pertama yang dilakukan adalah dengan cara menggali data dari berbagai sumber, yaitu dengan wawancara, pengamatan yang kemudian diuliskan dalam catatan lapangan, memanfaatkan dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan lain sebagainya.
        Reduksi data
Reduksi data diartikan sebagai proses dimana peneliti melakukan pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar dari catatan tertulis di lapangan. Hal tersebut dikemukakan oleh Matthew B Miles dan A. Michael Huberman (1992 dalam Widagdo,2010). Reduksi data dibuat dengan tahapan proses sehingga dapat mempermudah dalam penyajian data maupun penarikan kesimpulan.
        Penyajian data
Penyajian data dimaksudkan untuk mempermudah peneliti dalam melihat hasil penyelidikan. Banyaknya data yang diperoleh menyulitkan peneliti melihat gambaran hasil penyelidikan maupun penarikan kesimpulan.
        Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan menyangkut intepretasi peneliti, yakni penafsiran makna dari data yang disajikan. Peneliti berusaha mencari makna dari data yang dihasilkan dari penyelidikan serta menganalisa data dan kemudian membuat kesimpulan. Sebelum menarik kesimpulan, peneliti harus mencari hubungan antar detail bahasan untuk kemudian dipelajari, dianalisis dan kemudian disimpulkan. Proses penyimpulan merupakan proses yang membutuhkan pertimbangan yang matang.








        Deskripsi Objek
Kampung Nelayan yang merupakan lokasi penelitian terletak di desa Tasik Agung Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Propinsi Jawa Tengah. Tasik Agung merupakan desa pesisir yang berada disebelah utara jalur Pantura. Batas-batas desa Tasik Agung meliputi:
utara: laut Jawa
timur : pantai Kartini yang sekarang menjadi Dampo Awang Beach
barat : desa Tanjung Sari yang dibatasi oleh sungai Karanggeneng
selatan : desa Sumberjo.
Pelabuhan Tasik Agung memiliki dermaga sebagai tempat berlabuh kapal-kapal, kemudian memiliki tempat pelelangan ikan (TPI) dengan lahan seluas 3 hektare. TPI dibagi menjadi 2 bagian, yaitu TPI sebelah timur yang produksinya khusus didistribusikan di dalam negri dan TPI sebelah barat yang produksinya khusus diimpor. Fasilitas TPI memiliki fasilitas dermaga bongkar, dermaga muat, turap (spell), jetty, jalan kompleks, dan drainase. Kemudian fasilitas fungsional meliputi lantai lelang, tempat pengepakan, gedung administrasi, timbangan, trais keranjang ikan, kereta pengangkut ikan, tempat jemuran ikan, pabrik es mini. Di samping itu, ada fasilitas penunjang berupa kantor perhubungan, kantor polairut, mushola, kantor HNSI, KUD, dan kendaraan roda dua

        Kajian Teori

        Pokok-Pokok Temuan
                 Differensiasi social
                             Dengan adanya globalisasi di dunia saat ini tentu menpengarng reuhi struktur dan proses social dalam masyarakat. Hal ini juga tidak dapat di hindari oleh masyarakat desa Tasik Agung Rembang. Di desa ini sudah Nampak berbagai perbedaan di dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat, di antara perbedaan yang ada, yang paling mencolok adalah perbedaan agama. Jika kita menilik lebih dalam mengenai desa ini, maka akan menemui berbagai bangunan tempat ibadah di antaranya masjid,gereja,kuil,dan wihara. jaraknya pun tidak berjauhan antara bangunan satu dan lainnya. Ini cukup membuktikan bahwa masyarakat desa tasik agung rembang sangat plural. Menurut narasumber kami selaku ketua RT di desa tersebut, tidak pernah ada konflik apapun yan g di dasari oleh perbedaan agama, Bahkan penganut dari setiap agama saling bahu membahu jika ada acara yang di dasarkan oleh agama. Contohnya jika hari raya Idul Fitri penganut agama lainpun ikut merayakan, begitupun sebaliknya.

Daftar pustaka

0 komentar:

Posting Komentar